Rumahku Syurgaku

Siapapun kita pasti ingin membangun surga di rumah masing-masing. Karena surga itu bukan barang yang murah, maka perhatikan apa yang kita "investasikan" untuk membangun surga kecil di rumah kita itu.

Anak Adalah Investasi Yang Berharga

Kita ingin memiliki anak-anak yang shalih/shalihah, tapi sudahkah kita tahu anak yang shalih/shalihah itu yang seperti apa?

Serpihan Kata-Kata

Rangkaian kata untuk mengambil hikmah/pelajaran dari hidup dan kehidupan ini. Karena tidak ada yang sia-sia apa yang ada di sekitar kita.

Tips dan Trik

Memang benar, dengan berilmu suatu perkara bisa menjadi mudah.

Akupuntur atau Tusuk Jarum

Sebuah teknik pengobatan dengan menusukkan jarum di titik tertentu di tubuh kita untuk menyembuhkan suatu penyakit.

Selasa, 23 Mei 2023

Tarif Parkir Kendaraan di Stasiun Kroya

  بسم الله الرحمن الرحيم

 

Bermula dari mencari info tarif parkir di Stasiun Kroya, Cilacap, Jawa Tengah yang tak kunjung ketemu, semoga tulisan kali ini bisa membantu teman-teman yang membutuhkan informasi seputar tarif parkir di Stasiun Kroya, Cilacap, Jawa Tengah. 

Alhamdulillah di Stasiun Kroya, Cilacap, Jawa Tengah menyediakan parkir inap untuk mobil dan motor insya Allah. Berikut daftar tarifnya ya. (Data ini diambil pada tanggal 18 Mei 2023 malam hari).

 

Waktu itu kami membawa mobil

 

Di situ masuk tertulis 18 Mei 2023 pukul 23:32:58 (Hari Kamis mendekati Jumat).

Kemudian balik, sampai ke Stasiun Kroya Cilaca lagi hari Ahad, 21 Mei 2023. Keluar dari Stasiun Kroya Cilacap sekitar pukul 13:28:54

Biaya parkir Rp 64.000,-

Oh ya, kalau parkirnya lama, lebih baik mobilnya dikasih penutup ya, biar debunya ga banyak. 

Di sebelah mobil kami tampak berdebu baget soalnya. 

Awalnya agak ragu juga sih, banyak yang ga ditutupin mobilnya. Tapi setelah melihat ada satu yang ditutup, ikut-ikutan deh. hehe. 

Demikian informasi seputar Tarif Parkir Mobil (Kendaran) di Stasiun Kroya Cilacap Jawa Tengah. 

Semoga bermanfaat.

Share:

Minggu, 14 Mei 2023

Bagaimana Mendidik Anak Bagian 1

  بسم الله الرحمن الرحيم

 

Mendidik adalah adalah perkara penting dalam hidup kita. Kehidupan seorang anak menjadi baik, tentu dia akan melewati proses. Tidak serta merta seorang anak lantas akan menjadi baik. Ada proses pendidikan disana. 

Kembali kepada teori anak bagaikan kertas putih, ada benarnya juga. Karena secara asal mereka datang ke dunia ini dalam keadaan tidak tahu apa-apa. Kemudian orang tua, lingkungan, apa yang dia lihat, apa yang dia dengar, hal itu yang "menginstal" ke dalam diri mereka yang kemudian bisa jadi hal itu akan menjadi "standar" bagi mereka. 

Oh makan yang baik itu pakai tangan kanan, hal itu terjadi ketika anak melihat sekelilingnya makan menggunakan tangan kanan, kemudian ada input (nasehat) ke dalam dirinya, "Makanlah dengan tangan kanan", kemudian jika makan dengan tangan kiri ada yang mengingatkan, "Nak makanlah dengan tangan kanan", tentu hal itu akan semakin memperkokoh apa yang telah "terinstal" di dalam diri mereka bahwa makan itu dengan tangan kanan. 

Dari situ mungkin kita sudah sedikit memahami tentang makna "instal" dan menanamkan nilai-nilai kepada seorang anak. 

Pada tulisan sebelumnya sudah dijelaskan, ketika kita ingin mempunyai anak yang shalih/shalihah, maka kita perlu mendefisinisikan apa itu shalih/shalihah, sehingga kita menjadi tahu akan dibawa kemana arah pendidikan anak kita.

Jika kita ambil contoh, saya ingin mempunyai anak yang shalih/shalihah. Bagiku anak yang shalih/shalihah itu yang:

  1. Mempunyai adab yang baik kepada Allah.
  2. Mempunyai adab yang baik kepada Rasulullah.
  3. Mempunyai adab yang baik kepada orang tua.
  4. Mempunya adab yang baik kepada orang yang lebih tua. 
  5. Mempunyai adab yang baik kepada orang yang lebih muda.
  6. Mempunyai adab yang baik kepada pemerintahnya, tetangganya, sekitarnya, makhluk-makhluk-Nya.
  7. Menjadi sosok penghafal alquran, hadits-hadits nabi dan perkataan para ulama.
  8. Bermanfaat untuk dirinya sendiri. 
  9. Dan seterusnya dan seterusnya.

Itu menurutku perkara penting dan juga sebagai langkah awal agar kita mempunyai arah dalam mendidik anak-anak kita. 

Adapun selanjutnya masih banyak pekerjaan seperti bagaimana berkomunikasi, menjalin hubungan dengan mereka, mendoakan mereka, manajemen emosi untuk diri sendiri, dan lain-lain, dan lain-lain.

Berdiskusi dengan Bang AI (Artificial Intelegent), bagaimana mendidik anak yang baik, kurang lebihnya seperti ini:

Mendidik anak yang baik memerlukan kombinasi antara cinta, kesabaran, konsistensi, dan pemahaman tentang kebutuhan individu anak. 

  • Iya, cinta nampaknya masih menjadi kekuatan yang besar, cinta bagaikan kebutuhan yang harus ada dalam pendidikan. Kekuatannya kita sudah banyak mengetahui. 
  • Disamping cinta juga butuh kesabaran, dan memang perjalanan hidup tidak lepas dari kata sabar. Sabar terus, sabar terus, dan sabar terus. 
  • Kemudian konsistensi juga perkara yang penting, mungkin dalam bahasa agama lebih dekat dengan kata istiqomah. Ketika kita sudah menanamkan nilai bahwa "makan harus dengan tangan kanan" maka proses selanjutnya adalah penjagaan yang terus-menerus. Ketika anak lupa, kita ingatkan, anak lupa kita ingatkan, anak lupa kita ingatkan, dan seterusnya.
  • Pemahaman kebutuhan individu juga penting, dalam setiap tahap perkembangan saja, kebutuhan anak sudah berbeda, kebutuhan anak TK tentu berbeda dengan ana kuliah, bukankah begitu?

Berikut adalah beberapa tips untuk mendidik anak yang baik (dari Bang AI):

  1. Berikan cinta dan dukungan yang mencakup semua aspek kehidupan anak Anda. Tunjukkan bahwa Anda selalu ada untuk mereka dan mereka dapat mengandalkan Anda.

  2. Jadilah contoh yang baik dalam segala hal. Anak-anak belajar dengan meniru, jadi berperilaku positif dan memberikan contoh yang baik akan memperkuat nilai-nilai dan sikap yang diinginkan.

  3. Komunikasikan dengan jelas dan terbuka. Ajarkan anak-anak untuk berbicara dengan jujur dan mendengarkan dengan penuh perhatian.

  4. Fokus pada keterampilan sosial dan emosional. Ajarkan anak-anak cara memahami emosi mereka sendiri dan cara berinteraksi dengan orang lain dengan cara yang positif.

  5. Berikan batasan dan aturan yang jelas. Anak-anak perlu memahami konsekuensi dari tindakan mereka dan memahami harapan yang diharapkan dari mereka.

  6. Terlibat dalam kehidupan anak Anda. Ajarkan mereka hal baru, libatkan mereka dalam kegiatan keluarga, dan beri mereka ruang untuk mengeksplorasi minat mereka sendiri.

  7. Berikan pujian dan penghargaan yang tepat. Anak-anak membutuhkan dukungan dan pujian untuk membangun rasa percaya diri dan memotivasi mereka untuk melakukan yang terbaik

    menciptakan lingkungan yang positif, memberikan contoh yang baik, dan memahami kebutuhan anak Anda, Anda dapat membantu mereka tumbuh menjadi orang yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dan tentu perkara yang sangat penting adalah KENALKAN MEREKA DENGAN PENCIPTA MEREKA. Sehingga mereka bisa "tahu diri", mereka mengetahui untuk apa mereka ada di dunia ini dan bagaimana mereka bersikap untuk kehidupan di dunia ini.

Share:

Jumat, 12 Mei 2023

Tidakkah Kau Perhatikan Satu Detik Itu?

Bismillahirrohmanirrohim

 

Masih teringat dan terkesan dengan tulisan lama yang entah darimana darimana. Ingin kucoba mengalihkan tulisan itu ke dalam gaya tulisanku sendiri.

==========

Jika kita ditanya,

Apakah kita bisa, tidak bermaksiat dalam seumur hidup kita?

Bisa dipastikan kita akan banyak menjawab dengan, "tidak bisa".

========== 

Jika kita ditanya, 

Apakah kita bisa, tidak bermaksiat dalam satu tahun?

Yang ini juga bisa dipastikan kita akan banyak menjawab dengan, "tidak bisa"

==========

Jika kita ditanya, 

Apakah kita bisa, tidak bermaksiat dalam satu bulan?

Yang ini juga mungkin masih banyak yang menjawab, "Tidak bisa/sulit"

==========

Jika kita ditanya lagi,

Apakah kita bisa, tidak bermaksiat dalam satu minggu?

Yang ini juga mungkin masih banyak yang menjawab, "Tidak bisa/sulit"

==========

Jika kita ditanya lagi, 

Apakah kita bisa, tidak bermaksiat dalam satu hari?

Yang ini juga mungkin masih banyak yang menjawab, "Tidak bisa/sulit"

==========

Jika kita ditanya lagi, 

Apakah kita bisa, tidak bermaksiat dalam satu jam?

Yang ini juga mungkin sudah bisa menjawab, "bisa, insya Allah"

==========

Jika kita ditanya lagi, 

Apakah kita bisa, tidak bermaksiat dalam satu menit?

Yang ini juga mungkin sudah banyak yang bisa menjawab, "bisa, insya Allah"

==========

Jika kita ditanya lagi, 

Apakah kita bisa, tidak bermaksiat dalam satu detik?

Yang ini juga mungkin banyak yang bisa menjawab, "bisa, insya Allah"

 

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari hal tersebut.

 

  

Share:

Minggu, 01 Januari 2023

Menghayati Makna Sukses

Menurut kalian apakah makna sukses itu? 

Menurut saya sendiri sukses harus didefinisikan oleh diri sendiri, karena memang kitalah yang bertanggung jawab terhadap diri sendiri. 

HARUS SELALU DIINGAT, SEBAGAI SEORANG MUSLIM, SUKSES SEJATI ADALAH MASUK KE DALAM SURGA, DAN SENANTIASA DALAM RIDHO ALLAH 'AZZA WA JALLA

Sukses mungkin juga berhubungan dengan cita-cita, ketika dia telah mencapai cita-cita itu berarti dia telah sukses. 

Mungkin benar, ada kriteria sukses yang seolah-olah itu beredar di sekeliling kita. Sukses adalah ketika seseorang mempunyai pendapatan yang besar, punya rumah yang bagus, mobil yang bagus, dll. 

Kalau semata-semata hanya itu, rasanya kurang pas kalau dalam pendapat saya. Sukses mungkin bisa dalam banyak hal:

  1. Sukses dalam rumah tangga, ketika keluarga kita nyaman kita ada bersama mereka, terjadi rasa saling cinta, saling berlemah lembut di dalam rumah tangga tersebut.
  2. Sukses mendidik anak, ketika anak-anak kita tumbuh dalam ketaatan kepada Allah, memiliki akhlak yang bagus kepada Sang Penciptanya, memiliki akhlak yang bagus kepada utusan-Nya, memiliki akhlak yang bagus kepada dirinya sendiri, orang tuanya, masyarakatnya, bangsa dan negaranya. 
  3. Sukses dalam pekerjaan, ketika seseorang mampu menjalankan amanah yang diberikan kepadanya dengan baik dan dengan pekerjaannya itu dia mampu "memutar roda kehidupannya" dengan baik.
  4. Sukses dalam masyarakat ketika masyarakat merasakan kehadiran kita bermanfaat bagi mereka, walaupun mungkin kita bukan orang yang berharta yang bisa menyumbang kebutuhan masyarakat, tapi mungkin dengan senyuman/ sapaan kita ketika kita pergi ke masjid, mengingatkan mereka akan tugas-tugas mereka di dunia yaitu  mengerjakan shalat. 
  5. Sukses dalam perkara-perkara tertentu yang mungkin tidak semua orang mendapatkan anugerah ini. Misalnya sukses membuat panti asuhan dengan kegiatan utama tahfidz/ menghafal, memepelajari, dan mengamalkan makna-makna Alquran.
  6. Dan lain-lain, dan lain-lain. 

Setidaknya dengan mengetahui makna kesuksesan, kita punya target-target kecil yang harus kita lakukan dan kita syukuri ketika kita telah mencapai target tersebut. 

Share: