بسم الله الرحمن الرحيم
Siapapun kita pasti ingin mendapatkan kenyamanan dalam hidup yang kita jalani ini. Tidak muda, tidak tua, tidak kaya, tidak miskin pasti mendambakan kehidupan yang nyaman.
Jika semata-mata kekayaan adalah bentuk kenyamanan, mungkin kita pernah mendengar seorang kaya raya yang mengakhiri hidupnya dengan membunuh dirinya sendiri. Jika pasangan yang cantik/ganteng adalah kenyamanan, mungkin kita pernah mendengar pasangan yang cantik dan ganteng itu kandas rumah tangganya (terjadi perceraian) di tengah perjalanan keluarga mereka.
Memang demikian, kenyamanan tidak hanya sebatas pada semata-mata materi saja, seperti rumah megah, mobil mewah, makanan dengan level bintang lima, atau segala kemewahan dunia.
Tidak dipungkiri, rumah, kendaraan, makanan merupakan "sesuatu" yang bisa menjadikan hidup nyaman. Kalau gelandangan ditanya apakah dia senang/nyaman dengan hidup yang dia jalani, tentu dalam hatinya tersirat keinginan untuk memiliki rumah sendiri.
Kenyamanan menjadi perkara penting, kenyamanan perlu dijadikan "pekerjaan" penting, prioritas penting, sesuatu yang perlu diperhatikan.
- Dalam rumah tangga, istri perlu nyaman terhadap suami, suami perlu nyaman terhadap istri.
- Dalam rumah tangga, anak perlu nyaman terhadap orang tua, orang tua perlu nyaman dengan anak.
- Dalam rumah tangga, adik perlu nyaman dengan kakak, kakak perlu nyaman dengan adik.
- Dalam persahabatan, sahabat perlu nyaman dengan sahabatnya.
- Dalam bertetangga, tetangga perlu nyaman dengan tetangganya
- Demikian seterusnya
Dengan kenyamanan:
- Komunikasi akan berjalan lancar
- Suasana akan berjalan harmoni
- Suami akan betah tinggal di rumahnya
- Istri akan menikmati hari-harinya/tentram hatinya
- Anak akan nyaman tinggal di rumah, mau curhat/terbuka kepada orang tuanya.
Bagaimana istri bisa nyaman di rumah, kalau setiap hari mendapatkan komplain ini itu. Bagaimana suami bisa nyaman kalau istri banyak menuntut ini itu. Bagaimana anak bisa nyaman kalau setiap hari hanya mendapatkan omelan, tuntutan ini itu tanpa didengar keluh kesahnya, keinginannya.
Lalu, bagaimana agar menciptakan kenyamanan dalam kehidupan ini?
Untuk mendapatkan kenyamanan itu:
- Butuh materi yang mencukupi terutama tiga kebutuhan dasar: sandang, pangan, papan, dan mungkin zaman sekarang butuh uang. Kesehatan? jangan ditanya, kesehatan juga penting.
- Butuh saling mengerti, saling memahami, dan terkadang butuh untuk mengalah.
- Butuh komitmen.
- Butuh menghilangkan ego.
- Butuh perjuangan.
- Butuh kesabaran.
- Butuh kemauan untuk memperbaiki diri.
- Butuh waktu untuk menjalin kasih, menjalin komunikasi yang hangat.
- Butuh kelembutan, ngobrol santai, bercanda, bersendau gurau, makan bersama, dll.
- Butuh tanggapan yang baik ketika ada yang mencurahkan perasaan/mengajak ngobrol.
- Butuh perhatian walaupun mungkin itu kecil (yang perkara besar tentu harus diperhatikan ya), "Mas, capek ya, sudah makan belum, mau minum/makan apa?", "Dek, mau beli ini/itu ga?". Yang perempuan sesekali digombalin juga bagus.
- Butuh tutur kata yang halus, lembut, santun, tidak sadis/menyinggung perasaan (nah yang ini perlu diwaspadai, karena kadang kita tidak sadar ternyata ucapan kita begitu tajam menyanyat hati orang lain, padahal perasaan kita biasa-biasa saja mengucapkannya).
- Butuh kelapangan hati, kelapangan pikirian.
- Butuh pikiran yang positif.
- Butuh keimanan dan ketakwaan kepada Allah 'azza wa jalla. Mengetahui hak dan kewajiban masing-masing dan berkomitmen melaksanakan hak dan kewajiban masing-masing dengan lapang dada/senang hati.






Karena sejatinya tempat ternyaman adalah rumahnya bersama anggota keluarga
BalasHapus