Sabtu, 16 Juli 2022

Anak Seperti Apa yang Sebenarnya Kita Inginkan?

بسم الله الرحمن الرحيم

 

Setelah anugerah berupa anak ini turun dari Sang Pencipta, dan dia telah hadir di tengah-tengah kita, langkah selanjutnya adalah kita bersyukur dan terus belajar untuk menyiapkan yang terbaik untuknya.

Satu hal yang mengusik pikiranku, banyak diantara kita yang mendambakan anak-anak yang shalih, anak-anak yang baik, yang menjadi penyejuk mata bagi kita semua, tapi terkadang kita lupa untuk mendefinisikan/menguraikan anak yang shalih/anak yang shalihah itu adalah anak yang seperti apa? Yang pintar ngajikah? yang bisa bantu orang tua? yang selalu menutup aurat? ataukah yang bagaimana? 

Ini yang kadang membuat kita tidak fokus dalam menyiapkan anak-anak kita, kita tidak ada arah yang pasti mau dibawa kemana anak-anak kita sebenarnya.

Tidak salahnya jika kita semua berhenti sejenak dan merenung, bertanya kepada diri sendiri, anak-anak yang saya inginkan itu yang seperti apa sih sebenarnya? anak yang aku dambakan itu yang bagaimana sih? atau lebih detail lagi, anak shalih/shalihah yang sebenarnya aku maui itu sebenarnya yang seperti apa sih?

Untuk itu mari kita ambil bolpoin/pensil dan kertas, atau jika tidak ada pensil kertas, pakai komputer, laptop, atau hp untuk menuliskan apa sebenarnya hendak kita targetkan dari anak-anak kita. 

Misal ketika kita mengatakan, saya pingin punya anak shalih, anak shalih seperti apa yang sebenarnya saya mau?

  1. Anak yang memiliki rasa cinta, takut, dan berharap hanya kepada Allah Azza wajalla
  2. Anak yang menurut/patuh kepada Allah dan Rasul-Nya.
  3. Anak yang memiliki adab yang tinggi kepada Allah, Rasulullah, orang tua, saudara, tetangga, masyarakat, dan seterusnya.
  4. Anak yang hafal alquran 30 juz dan mengamalkannya.
  5. Anak yang hafal hadits-hadits Nabi dan mengamalkannya.
  6. Anak yang menghafal nasehat-nasehat indah para ulama dan mengamalkannya.
  7. Anak yang selalu menjaga auratnya.
  8. Anak yang selalu menjaga kehormatannya. 
  9. Anak yang pemberani, yang berjiwa kuat, bermental baja.
  10. Dan seterusnya dari apa yang hendak kita tanamkan kepada anak-anak kita. 

Dengan kita mengetahui dengan detail apa yang sebenarnya kita mau, maka harapannya kitapun akan mudah merumuskan langkah-langkah selanjutnya untuk membentuk dan menyiapkan buah hati kita agar dia menjadi yang terbaik untuk dirinya sendiri dan bisa menjadi penyejuk mata untuk kita sebagai orang tua.

Share:

1 komentar: