بسم الله الرحمن الرحيم
Memiliki rumah sendiri adalah impian bagi mereka yang sudah membina rumah tangga. Dengan rumah sendiri, sebuah keluarga lebih bisa mengatur strategi untuk mencapai tujuan pernikahan yang telah mereka canangkan sehingga tidak ada pihak lain yang turut campur dalam kemudi perjalanan ke titik tujuan.
Kita sadari untuk membangun rumah, butuh investasi, butuh menyisihkan uang, butuh mengalokasikan uang, butuh mengalokasikan pikiran untuk menggapai mimpi tersebut.
Kita akan rencanakan ruang tamu sebelah mana, ruang keluarga sebelah mana, tempat tidur sebelah mana, ruang garasi sebelah mana, daput sebelah mana, toilet sebelah mana, dan seterusnya. Perencanaan itu harus dibuat dengan matang dan tepat agar hasil yang dicapai sesuai dengan yang diharapkan
Perencanaan secara fisik mungkin bagi sebagian orang sudah dilakukan karena memang itu sesuatu yang terlihat.
Tapi kali ini kita akan mengingatkan tentang perencanaan nonfisik untuk mencapai keluarga yang bahagia, yang sakinah mawadah wa rahmah.
- Sudahkah kita berilmu (baik suami/istri) tentang bagaimana sih membangun keluarga yang bahagia itu.
- Sudahkah kita tahu bagaimana cara kita membahagiakan suami/istri/keluarga kita.
- Sudah benarkah cara kita mencintai dan mengasihi keluarga kita.
- Sudahkah kita berilmu cara mendidik anak-anak agar mereka bisa menjadi penyejuk mata bagi kita.
Deretan kata itu mungkin mudah diucapkan/dituliskan tapi untuk pelaksanaannya, butuh energi yang harus dialokasikan.
So, jika kamu sudah menginvestasikan untuk fisik rumahmu, sudahkah kamu investasikan hal-hal nonfisik untuk kebahagian keluargamu?






0 komentar:
Posting Komentar