بسم الله الرحمن الرحيم
Setelah kita mengetahui jarum akupuntur, sekarang kita akan belajar tentang penusukan dalam akupuntur.
Mungkin sebagian orang akan merasa takut dengan tusukan jarum, terutama anak-anak dan orang dengan phobia jarum. Orang yang benar-benar phobia jarum, jangan ditusuk deh, apalagi kalau phobianya sampai tingkat ekstrim, muka pucat, muntah-muntah, orang seperti ini jangan deh dilakukan akupuntur.
Eeettss jangan takut ya. Penusukan secara umum aman dilakukan, karen jarum yang dilakukan itu kecil.
Untuk metode penusukan sendiri ada berbagai macam seperti (yang ditusuk adalah titik akupuntur ya):
- Ditusuk dengan tegak lurus.
- Ditusuk dengan kemiringan tertentu mengarah ke atas atau ke bawah.
- Ditusuk kemudian "distroom" dengan alat stimulator.
- Ditusuk kemudian diputar-putar jarumnya.
- Ditusuk kemudian digoyang-goyang/dinaik turunkan jarumnya.
Kemudian mungkin pingin tahu juga bagaimana sih rasanya ditusuk jarum itu?
- Ada yang pegal. Bahkan sebagian referensi menyebutkan jika terjadi reaksi-reaksi seperti ini berarti tusukan ini berhasil.
- Ada yang berdarah. Bahkan sebagian memang sengaja dikeluarkan darahnya. Teknik ini dinamakan dengan bloodletting.
- Ada yang merasakan sensasi seperti kesetrum.
- Ada yang biasa saja.
- Dan mungkin akan ada sensasi-sensasi lain.
Yang pasti jangan takut ya, bahkan jika ditusuk itu masih merasakan sakit, bersyukur, karena itu artinya saraf kita masih bekerja dengan baik. Wajar juga kali orang ditusuk ada sedikit sensasi-sensasi yang muncul.
Selanjutnya masih menyisakan pertanyaan, berapa lama sih waktu penusukan?
Jawabannya tergantung, ada yang sebentar ada yang lama (dalam beberapa titik ada yang tidak boleh lebih dari 5 menit), tapi ada juga titik yang terserah mau sampai kapan saja juga gapapa, terserah. Dan untuk satu titik, kalau kondisinya biasa saja/tidak darurat, tusukan pada titik yang sama, lakukan 3 hari sekali.
Untuk kedalaman tusukan berapa centimeter (cm)?
Untuk kedalaman biasanya dalam ukuran cun ya, bukan centimeter, meter, apalagi kilometer. hehe. Kedalaman tusukan biasanya disesuaikan dengan letak titik tersebut. Ada juga yang menyebutkan tusukan itu layaknya dosis pada obat. Kalau terlalu dangkal, dosisnya kurang, jadi tidak ada reaksi/reaksinya kurang. Kalau tusukan terlalu dalam, jadinya overdosis. Jadi pastikan tusukan pas.
Mengenal Tonifikasi dan Sedasi
Tonifikasi:
- Menusuk bertahap mencabut sekaligus.
- Arah tusukan mengikuti qi (energi) meridian
- Seteleh dicabut, segera ditutup
- Tusuk pada saat ekspirasi, cabut saat inspirasi
Sedasi:
- Menusuk sekaligus mencabut sambil digoyang
- Arah tusukan berlawanan arah qi (energi) meridian
- setelah dicabut dibiarkan terbuka
- Tusuk pada saat inspirasi, cabut pada saat ekspirasi.
Oya, sebelum ditusuk, lebih baik lagi jika diolesi dulu dengan cairan alkohol area yang mau ditusuk.
Setelah jarum dicabut dari tubuh pasien, masukkan ke tempat yang tidak kena orang ya, bisa di bekas botol aqua, dirigen, atau yang lainnya. setelah itu dimusnahkan bisa dibakar.
Hati-hati ya dengan jarum akupuntur, karena kita tidak tahu, barangkali pasien yang kita tusuk memiliki penyakit menular via jarum (seperti HIV misalnya), makanya perlu disimpan/diamankan dengan baik bekas jarum ini. Semoga Allah 'azza wa jalla senantiasa menjaga kita semua.






0 komentar:
Posting Komentar