بسم الله الرحمن الرحيم
Rumah tangga itu layak disebut sebagai sebuah organisasi. Di atas langit sendiri, Allah 'azza wa jalla memberikan kewenangan kepada laki-laki sebagai pemimpin. Arrijalu qowwamuna 'alannisa, laki-laki adalah pemimpinnya wanita.
Sebagai sebuah organisasi tentu dia ada:
- Pemimpin. Dalam hal ini adalah suami/laki-laki. Yang bertanggung jawab terhadap rumah tangga. Sang pembuat keputusan yang harus ditaati bersama.
- Yang dipimpin yaitu keluarganya (istri dan anak-anaknya).
- "Regulasi/peraturan/tata kelola". Yang biasanya ini tidak tertulis seperti istri menjadi seksi konsumsi, manajer keuangan, dll (yang biasanya banyak ya. hehe)
Ketika terjadi perselisihan, maka hendaknya semua anggota keluarga "menerima" keputusan yang telah diputuskan oleh "sang pemimpin" dengan lapang dada, meskipun segala resiko nantinya harus ditanggung bersama.
Maka dari sini kita jadi ingat bagaimana kita dibimbing:
- Seorang bapak untuk mencarikan suami untuk anak perempuannya, laki-laki yang shalih. Orang yang shalih tentu tidak akan mendhalimi orang lain, apalagi istrinya sendiri.
- Seorang istri untuk taat kepada suaminya.
- Anak diperintahkan untuk berbakti kepada orang tuanya.
Sebenarnya sudah jelas tatanan/"regulasi" yang ada, hanya saja dalam pelaksanaannya nanti yang mungkin agak susah, karena ada ego, ada hawa nafsu, ada kekurangan ilmu, dan ada banyak perkara yang lain yang menghalangi organisasi itu berjalan tidak nyaman.
Semoga Allah bantu kita agar rumah kita menjadi bak surga bagi kita, walaupun mungkin rumah terlihat sederhana, makanan sederhana, pakaian sederhana, kendaraan sederhana. Tapi Allah beri karunia berupa kelapangan dada menerima semua catatan takdir yang digariskan oleh-Nya.






0 komentar:
Posting Komentar