Selasa, 02 Agustus 2022

Manajemen Waktu dan Prioritas

 بسم الله الرحمن الرحيم

Kalau kita jujur, sebenarnya banyak hal yang bisa kita lakukan di dunia ini, terutama bagi mereka yang ingin terus memperbaiki diri dan mempersiapkan yang terbaik untuk kehidupan setelah kematiannya. 

Sebagai seorang muslim, menjadi seorang pengangguran, sebenarnya itu tidak akan terjadi, kalau kita lihat dari bangun tidur sampai tidur lagi, banyak sekali amalan yang bisa kita lakukan. Kita ambil contoh saja ya:

  1. Sebelum subuh, ada amalan shalat malam, shalat tahajud, shalat witir. Kalau dia hafalan alqurannya sudah banyak, bisa jadi satu jam kurang itu shalat malam. 
  2. Setelah itu shalat subuh dilanjutkan dengan dzikir pagi sampai terbit matahari.
  3. Persiapan untuk aktivitas. Mandi, persiapan sekolah, kalau yang sudah jadi orang tua ya nyiapin anak-anak sekolah.
  4. Beraktivitas siang hari. Ada yang bekerja di kantor, di sawah, di jalan, di sekolahan, di pondok. Kalau dia tidak bekerja misalnya sebagai istri, dia membereskan rumah, mencuci, mengepel, belanja, merawat anak, dll. 
  5. Siang ada aktivitas qailulah (tidur siang)
  6. Shalat Dhuhur dilanjutkan aktivitas kehidupan lain misal menjenguk orang sakit, menjemput anak, ada yang masih melanjutkan bekerja. 
  7. Shalat Asar dilanjutkan dzikir petang. Berkumpul dengan keluarga, ada juga yang mungkin belajar ngaji, ngajar TPQ.
  8. Shalat Maghrib dilanjutkan belajar bersama keluarga.
  9. Shalat Isya dilanjutkan belajar, menghafal alquran, membaca-baca, berkumpul dengan keluaga. Bahkan mungkin ada juga yang harus masih mencari tambahan rezeki karena kebutuhan hidup yang harus dipenuhi.
  10. Tidur malam.

Sesungguhnya seorang muslim itu sangat banyak "kerjaan":

  1. Katakanlah dia mau menghafal alquran, maka berapa banyak waktu yang harus dia habiskan. Mulai dari duduk menghafal, kemudian dia murajaah (mengulang) hafalannya, berapa waktu yang dia butuhkan. Kalau satu juz saja misalnya butuh waktu satu jam maka berapa jam waktu yang dia habiskan? Dan biasanya para penghafal alquran, interaksi mereka dengan alquran itu butuh waktu berjam-jam.
  2. Apalagi kalau dia ada target menghafal hadits-hadits Nabi.
  3. Aktivitas menuntut ilmu. Bisa datang langsung ke kajian, bisa mendengarkan rekaman kajian, lewat rekaman rata-rata durasinya 1 jam.
  4. Aktivitas membaca buku.
  5. Aktivitas membantu orang tua, membantu keluarga, membantu anak-anak, membantu orang lain, menjenguk orang sakit, dll.
  6. Mengajari anak-anak, mengajari keluarga, dll.

Begitu banyak waktu yang dibutuhkan sementara waktu yang ada mungkin akan terasa sangat kurang. Makanya kita butuh manajemen waktu dan prioritas.

  1. Membagi urusan agar semuanya bisa tercapai. Misal nulis blog, biar muatannya banyak, ada agenda nulis/belajar akuputur, ada agenda nulis yang lain. Kalau fokus di belajar akupuntur terus, nampaknya akan lama baru bisa nulis yang lain.
  2. Membuat prioritas, mana yang penting, terutama untuk kehidupan akhirat. Mungkin bisa disiapkan dari porsinya, perhatiannya, target-targetnya, dan hal-hal yang mengarah kepadanya. 
Semoga Allah mudahkan urusan kita semuanya.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar