Selasa, 02 Agustus 2022

Menjadi Pemimpin Yang Baik

بسم الله الرحمن الرحيم

Dilihat dari judulnya kok mengerikan, emang sudah jadi pemimpin? jawabannya kalau jadi pemimpin perusahaan, pemimpin masyarakat, ya jawabannya bukan to, paling jadi pemimpin diri sendiri dan kelurga, hi. 

Mungkin sih tepatnya diberi judul pemimpin yang baik di mata bawahan, karena selama ini masih jadi bawahan. hehe.

Pemimpin yang baik itu:

  1. Pemimpin yang tegas. Dia berani mengambil keputusan (dengan tepat seharusnya), tidak takut dicela, dia juga percaya diri.
  2. Mempunyai jiwa yang kuat, tidak mencla-mencle, kalau ada yang ngomong ini ikut, ngomong itu ikut,. Jiwa yang kuat tidak mudah digoyahkan ketika telah mengambil keputusan (asal keputusan itu benar). Dan jiwa yang kuat bukan berarti tidak mau merubah keputusan kalau itu lebih baik. 
  3. Menjadi teladan. Bisa memberi contoh (yang baik) kepada bawahan.
  4. Berwawasan luas. Jangan seperti katak dalam tempurung. 
  5. Berbicara dengan santun, memilih kata-kata yang baik, kata-kata yang lembut, tidak menggunakan kata-kata yang menghina, memojokkan, merendahkan harga diri bawahannya (apalagi kalau di depan umum).
  6. Mengetahui kondisi bawahan. Lagi ada apakah dengan dia, punya masalah pribadikah sehingga kinerjanya menurun, ada masalah apakah?
  7. Memberikan tugas dengan jelas dan siap membimbing/ mencari jalan keluar jika butuh bantuan. 
  8. Melihat kondisi bawahan, tidak asal ngasih tugas kepada bawahan, lihat beban kerjanya, lihat gajinya, lihat pekerjaan-pekerjaan bawahan. Jangan-jangan karena bawahan terkenal baik dan bisa diandalkan ketika diberikan tugas, semuanya dikasihkan ke dia. 
  9. Memberikan gaji sesuai dengan beban kerja yang diberikan kepadanya.
  10. Membimbing, tidak hanya menyuruh-nyuruh. 
  11. Memberikan peraturan yang jelas, pengarahan yang jelas, detail jika itu memang diperlukan.
  12. Menanyakan kendala/masalah yang dihadapi. Gunakan kata kalimat, "Ada permasalahan apa nih?", "Ada kendala apa nih?", "Apa yang bisa saya bantu?" dan setelah itu benar-benar dibantu yah. Jangan hanya bisa menuntut, "Kenapa bisa terjadi seperti ini?" (sambil marah-mmarah), "Gitu saja ga bisa"
  13. Berfikir sebelum berkata dan berbuat.
  14. Tahu diri dan bisa menempatkan diri. Sedang berbicara dengan siapa dia, kadar ilmu yang diajak bicara seberapa. Karena bisa jadi bawahannya sudah ahli/punya ilmu yang lebih tinggi daripada sang pemimpin tersebut.  
  15. Bisa memberikan solusi dari permasalahan yang ada.
  16. Seperti semboyan bapak pendidikan Indonesia. Ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. 
  17. Mau meminta pendapat bawahannya dan mau minta dinilai sama bawahannya. Berani mengatakan, "Tolong kasih masukan ke aku!". Penting juga menampakkan rasa senang ketika diberikan masukan.
  18. Suka mentraktir, xixixi.

 


Share:

0 komentar:

Posting Komentar