Rumahku Syurgaku

Siapapun kita pasti ingin membangun surga di rumah masing-masing. Karena surga itu bukan barang yang murah, maka perhatikan apa yang kita "investasikan" untuk membangun surga kecil di rumah kita itu.

Anak Adalah Investasi Yang Berharga

Kita ingin memiliki anak-anak yang shalih/shalihah, tapi sudahkah kita tahu anak yang shalih/shalihah itu yang seperti apa?

Serpihan Kata-Kata

Rangkaian kata untuk mengambil hikmah/pelajaran dari hidup dan kehidupan ini. Karena tidak ada yang sia-sia apa yang ada di sekitar kita.

Tips dan Trik

Memang benar, dengan berilmu suatu perkara bisa menjadi mudah.

Akupuntur atau Tusuk Jarum

Sebuah teknik pengobatan dengan menusukkan jarum di titik tertentu di tubuh kita untuk menyembuhkan suatu penyakit.

Jumat, 05 Agustus 2022

Meridian Usus Besar (Large Intestin) LI

 بسم الله الرحمن الرحيم

Kode untuk meridian usus besar adalah LI (Large Intestin):

  1. Shangyang (LI 1)
  2. Erjian (LI 2)
  3. Sanjian (LI 3)
  4. Hegu (LI 4)
  5. Yangxi (LI 5)
  6. Pianli (LI 6)
  7. Wenliu (LI 7)
  8. Xialian (LI 8)
  9. Shanglian (LI 9)
  10. Shousanli (LI 10)
  11. Quchi (LI 11)
  12. Zhouliao (LI 12)
  13. Showuli (LI 13)
  14. Binao (LI 14)
  15. Jianyu (LI 15)
  16. Jugu (LI 16)

TITIK LI 1 (SHANGYANG)

  • Lokasi: terletak 0,1 cun dari sudut pangkal kuku jari telunjuk yang dekat dengan jempol
  • Indikasi: Nyeri sumbatan tenggorokan, nyeri gigi pada rahang bawah, nyeri pada pipi bawah, pembengkakan pada daerah submandibula (tulang rahang), mulut kering, tidak dapat mendengar, tinnitus (kondisi ketika telinga terasa berdenging), kehilangan kesadaran, dispnea (sesak nafas) dan batuk, mati rasa dan rasa panas pada jari-jari.
  • Penusukan: tegak lurus 0,1-0,2 atau bisa juga dikeluarkan darah (bloodletting) 

 

TITIK LI 2 (ERJIAN)

  • Lokasi: pada lekukan dekat tulang jari telunjuk tangan yang dekat dengan telapak tangan. Pada telunjuk yang dekat dengan jempol tangan.
  • Indikasi: Nyeri gigi, nyeri dan bengkak pada pipi bawah, kemiringan mulut dan mata, mimisa, rhinitis (Rhinitis adalah peradangan atau iritasi pada lapisan lendir hidung, yang ditandai dengan gejala berupa pilek, hidung tersumbat, dan bersin-bersin), menggigil, nyeri dan kaku pada bahau dan punggung, sensasi dingan dan nyeri pada jianyu (LI 15)
  • Penusukan: tegak lurus 0,2 - 0,5

 

 TITIK LI 3 (SANJIAN)

  • Lokasi: pada lekukan tulang jari telunjuk yang dekat jempol yang ada di daerah telapak tangan pada posisi yang dekat jempol.
  • Indikasi: Nyeri sumbatan tenggorokan, sumbatan pada tenggorokan, nyeri gigi pada rahang bawah, diare akibat dingin atau lembab, kaku leher akut, borborigmus (perut keroncongan), kaku leher akut, kesulitan menggerakkan jari-jari.
  • Penusukan: tegak lurus 0,5-2 cun.

TITIK LI 4 (HEGU)

  • Lokasi: Dekat tulang telunjuk yang tertanam pada telapak tangan yang dekat jempol. Jika jempol dan jari telunjuk dirapatkan, akan terjadi tonjolan, di tonjolan itulah LI 4 berada. 
  • Indikasi: Meriang dan demam, serangan dingin dengan kehausan hebat, keringat berlebihan, nyeri kepala, migrain, nyeri pada seluruh kepala, kemerahan, bengkak dan nyeri pada mata, penurunan penglihatan, mimisan, rhinitis, bersin-bersin, nyeri gigi pada rahang bawah, sariawan, kaku pada bibir, nyeri sumbatan tenggorokan, kehilangan suara, wajah bengkak, lockjaw (rahang terkunci), penurunan pendengaran tinnitus, amenorrhoea (waktunya haid, tidak haid), persalinan terlambatt, kurang gizi pada masa kanak-kanak, atropi (kehilangan otot sehingga nampak kecil) pada keempat ekstremitias (anggota gerak), hemiplegia (kondisi kelumpuhan atau hilangnya kemampuan otot untuk bergerak yang terjadi pada salah satu sisi tubuh), nyeri pada persendian tulang.  
  • Penusukan: tegak lurus 0,5-1 cun. 
  • Kontradiksi: pada wanita hamil tidak boleh ditusuk di titik ini.

 TITIK LI 5 (YANGXI)

  • Lokasi: pada cekungan pergelangan tangan lurusnya jempol.
  • Indikasi: rhinitis, mimisan,  tinnitus, penurunan pen dengaran, nyeri telinga, kemerahan dan nyeri pada mata, obstrukasi visual superfisial, lacrimation, nyeri gigi, sakit kepala, sakit kepala kronis, sakit kepala frontal, nyeri obstruksi (sumbaan) tenggorokan, nyeri pada pangkal lidah, batuk dingin, muntah berbuih, urticaria, malaria, kelemahan dan nyeri pada pergelangan tangan, kontraksi kelima jari, pada pada telapak tangan
  • Penusukan: tegak lurus 0,5-1 cun
 
TITIK LI 6 (PIANLI) 
  • Lokasi: 3 cun ke atas dari yangxi (LI 5).
  • Indikasi: Tinnitus, penurunan pendengaran, nyeri gigi, kerusakan gigi, kemerahan dan nyeri pada mata, penurunan penglihatan, pandangan kabur, rhinitis, mimisan, tenggorokan kering, kesulitan kencing, Asites (penimbunan cairan dalam rongga perut atau peritoneum), malaria, nyeri pada pergelangan tangan siku dan lengan atas.
  • Penusukan: tegak lurus 0,5 - 1 cun
  
TITIK LI 7 (WENLIU)
  • Lokasi: 5 cun dari yangxi (LI 5).
  • Indikasi: sakit kepala, kemiringan wajah dan mulut, kemerahan, bengkak dan nyeri pada wajah, nyeri pada gigi dan mulut, nyeri sumbatan tenggorokan dan kehilangan suara, sering tertawa, nyeri dan kesulitan untuk mengangkat bahu dan lengan. 
  • Penusukan: tegak lurus 0,5 - 1 cun
 
TITIK LI 8 (XIALIAN)
  • Lokasi: 4 cun dari quchih (LI 11) 
  • Indikasi: nyeri perut, distensi abdominal bawah (kesan secara inspeksi adanya abdomen lebih besar dari ukuran biasa) rasa nyeri dan penuh pada abdomen, kekurangan energi pada usus kecil, diare dengan sisa makanan yang tidak tercerna, darah pada tinja, sakit kepala, serangan angin pada kepala, vertigo, nyeri pada mata, bibir kering dengan keluar air liur, dispnea (sesak nafas), hemiplegia, nyeri pda siku dan lengan. 
  • Penusukan: tegak lurus 0,5 - 1,5 cun.

TITIK LI 9 (SHANGLIAN)
  • Lokasi: 3 cun dari quichi (LI 11). 
  • Indikasi: Borborigmus (perut keroncongan), nyeri abdominal, kesulitan dan warna gelap pada kencing, nyeri dada, sakit kepala, nyeri atatu mati rasa pada bahu, siku dan lengan, mati rasa pada gerak, hemiplegia karena wind stroke, sensasi dingin pada sum-sum tulang
  • Penusukan: tegak lurus 0,5 - 1,5 cun
TITIK LI 10 (SHOUSANLI)
  • Lokasi: 2 cun dari quchi (LI 11)
  • Indikasi: nyeri dan kesulitan bergeak pada bahu dan lengan, Paralisis (kondisi lumpuh karena gangguan pada saraf yang berperan dalam mengatur gerakan otot tubuh) lengan, mati rasa pada lengan, atropi (jaringan otot berkurang sehingga tampak lebih kecil dari biasanya), hemiplegia, muntah dan diare, nyeri gigi dan pipi bengkak.
  • Penusukan: tegak lurus 0,5 - 1,5 cun
TITIK LI 11 (QUICHI)
  • Lokasi: pada area siku, pada ujung cekungan siku.
  • Indikasi: demam tinggi yang tidak juga turun, serangan dingin dengan demam, kehausan dengan banyak keringat saat banyak minum dan kulit yang kering dan pansa saat tidak minum, malaria, nyeri tenggorokan, kehilangan suara, nyeri gigi, kemerahan dan nyeri pada mata, nyeri pada bagian depan telinga, mudah lupa, vertigo, hipertensi, kulit kering, kulit bersisik, gatal, nyeri tekanan daerah perut, muntah dan diare, mati rasa pada alat gerak atas, hemiplegia. 
  • Penusukan: tegak lurus 1 - 1,5 cun
TITIK LI 12 (ZHOULIAO)
  • Lokasi: 1 cun agak ke atas miring dari Li 11 (quchi), di sekitar tulang lengan atas.
  • Indikasi: kontraksi, mati rasa dan ketidak mampuan bergerak pada lengan atas, nyeri dan kaku pada siku
  • Penusukan: tegak lurus 1 - 1,5 cun
 
TITIK LI 13 (SHOUWULI)
  • Lokasi: Pada sisi lengan luar. 3 cun ke atas dari quchi (LI 11).
  • Indikasi: Nyeri dan mati rasa, kontraski sendi siku dan ekstremitas atas, kesulitan mengangkat tangan, nyeri bahu, kesulitan nafas, muntah darah, keinginan untuk tidur, kesulitan untuk menggerakkan alat gerak, malaria, pandangan kabur, rasa penuh dan distensi di bawah jantung, ketakutan. 
  • Penusukan: tegak lurus 1 - 1,5 cun
 
TITIK LI 14 (BINAO)
  • Lokasi: Pada sisi lengan atas, pada lekukan lunak lengan atas, kurang lebih 3/5 jarak sepanjang garis penghubung quchi (LI 11) dan Jianyu (LI 15)
  • Indikasi: nyeri, mati rasa dan nyeri pada lengan atas dan bahu, rasa lemah pada lengan atas, kesulitan mengangkat lengan, kontraksi dan kaku pada leher, nyeri dada, kemerahan dan bengkak pada mata.  
  • Penusukan: tegak lurus 1 - 1,5 cun
 

TITIK LI 15 (JIANYU)

  • Lokasi: Pada lekukan pundak.
  • Indikasi: Nyeri bahu, rasa lemah pada bahu, angin lembab pada bahu, sensai panas pada bahu, kemerahan dan bengkak pada bahu, kesulian mengangkat lengan, hemiplegia, paralisis, hipertensi. 
  • Penusukan: Dengan mengangka tangan, penusukan dilakukan egak lurus menuju titik tengah dari ketiak 1-1,5 cun, atau menuju siku 1,5-2 cun. 
TITIK LI 16 (JUGU) 
  • Lokasi: Pada sisi atas dari bahu, pada lekukan bahu.
  • Indikasi: Nyeri bahu dan punggung, stasis darah pada bahu, kesulitan menggerakkan atau mengangkat lengan, nyeri lengan atas, ketakuktan, epilepsi, muntah dengan kandungan darah, stasis darah pada dada.
  • Penusukan: Tegak lurus 0,5-1 cun. perhatian: penusukan yang dalam beresiko menimbulkan pneumothorax (sebuah kondisi di mana terdapat udara yang mengalir di rongga antara paru-paru dan dinding dada)


Share:

Kamis, 04 Agustus 2022

Doa Kebaikan Kita dan Negeri Kita Indonesia

 بسم الله الرحمن الرحيم

Doa untuk kebaikan untuk kita semua dan negeri kita Indonesia:

 

Semoga bermafaat.

Share:

Selasa, 02 Agustus 2022

Pertemuan Ke-3 Belajar Membaca Alquran: Mengenal Fathah, A, Ba, Ta

   بسم الله الرحمن الرحيم

 Mari belajar membaca Alquran, hal-hal yang perlu diperhatikan:

  1. Niatkan ikhlas untuk ibadah ya.
  2. Klik tombol play dan lihatlah gambar.
  3. Tekan tombol pause untuk latihan membaca setelah suara saya selesai. Atau mau baca dulu baru memutar suara saya juga tidak apa-apa.
  4. Ulang-ulang terus sampai lancar. 
  5. Selamat belajar semoga bisa menjadi amal shalih untuk kita semua. 

Silakan putar audio di bawah ini dan scroll terus kebawah untuk melihat apa yang disampaikan:

 


 



Share:

Pertemuan Ke-2 Belajar Membaca Alquran: Mengenal Huruf, Harakat, dan Variasi Penulisan Huruf Arab

  بسم الله الرحمن الرحيم

 Mari belajar membaca Alquran, hal-hal yang perlu diperhatikan:

  1. Niatkan ikhlas untuk ibadah ya.
  2. Klik tombol play dan lihatlah gambar.
  3. Tekan tombol pause untuk latihan membaca setelah suara saya selesai. Atau mau baca dulu baru memutar suara saya juga tidak apa-apa.
  4. Ulang-ulang terus sampai lancar. 
  5. Selamat belajar semoga bisa menjadi amal shalih untuk kita semua. 

Silakan putar audio di bawah ini dan scroll terus kebawah untuk melihat apa yang disampaikan:








 

Share:

Pertemuan Ke-1 Belajar Membaca Alquran: Pengantar

 بسم الله الرحمن الرحيم

 Mari belajar membaca Alquran, hal-hal yang perlu diperhatikan:

  1. Niatkan ikhlas untuk ibadah ya.
  2. Klik tombol play dan lihatlah gambar.
  3. Tekan tombol pause untuk latihan membaca setelah suara saya selesai. Atau mau baca dulu baru memutar suara saya juga tidak apa-apa. Mau divariasikan sendiri juga tidak apa-apa. Bebas.
  4. Ulang-ulang terus sampai lancar. 
  5. Selamat belajar semoga bisa menjadi amal shalih untuk kita semua. 

Silakan putar audio di bawah ini dan scroll terus ke bawah untuk melihat apa yang disampaikan:

 

 




Semoga bermanfaat.


Share:

Menjadi Pemimpin Yang Baik

بسم الله الرحمن الرحيم

Dilihat dari judulnya kok mengerikan, emang sudah jadi pemimpin? jawabannya kalau jadi pemimpin perusahaan, pemimpin masyarakat, ya jawabannya bukan to, paling jadi pemimpin diri sendiri dan kelurga, hi. 

Mungkin sih tepatnya diberi judul pemimpin yang baik di mata bawahan, karena selama ini masih jadi bawahan. hehe.

Pemimpin yang baik itu:

  1. Pemimpin yang tegas. Dia berani mengambil keputusan (dengan tepat seharusnya), tidak takut dicela, dia juga percaya diri.
  2. Mempunyai jiwa yang kuat, tidak mencla-mencle, kalau ada yang ngomong ini ikut, ngomong itu ikut,. Jiwa yang kuat tidak mudah digoyahkan ketika telah mengambil keputusan (asal keputusan itu benar). Dan jiwa yang kuat bukan berarti tidak mau merubah keputusan kalau itu lebih baik. 
  3. Menjadi teladan. Bisa memberi contoh (yang baik) kepada bawahan.
  4. Berwawasan luas. Jangan seperti katak dalam tempurung. 
  5. Berbicara dengan santun, memilih kata-kata yang baik, kata-kata yang lembut, tidak menggunakan kata-kata yang menghina, memojokkan, merendahkan harga diri bawahannya (apalagi kalau di depan umum).
  6. Mengetahui kondisi bawahan. Lagi ada apakah dengan dia, punya masalah pribadikah sehingga kinerjanya menurun, ada masalah apakah?
  7. Memberikan tugas dengan jelas dan siap membimbing/ mencari jalan keluar jika butuh bantuan. 
  8. Melihat kondisi bawahan, tidak asal ngasih tugas kepada bawahan, lihat beban kerjanya, lihat gajinya, lihat pekerjaan-pekerjaan bawahan. Jangan-jangan karena bawahan terkenal baik dan bisa diandalkan ketika diberikan tugas, semuanya dikasihkan ke dia. 
  9. Memberikan gaji sesuai dengan beban kerja yang diberikan kepadanya.
  10. Membimbing, tidak hanya menyuruh-nyuruh. 
  11. Memberikan peraturan yang jelas, pengarahan yang jelas, detail jika itu memang diperlukan.
  12. Menanyakan kendala/masalah yang dihadapi. Gunakan kata kalimat, "Ada permasalahan apa nih?", "Ada kendala apa nih?", "Apa yang bisa saya bantu?" dan setelah itu benar-benar dibantu yah. Jangan hanya bisa menuntut, "Kenapa bisa terjadi seperti ini?" (sambil marah-mmarah), "Gitu saja ga bisa"
  13. Berfikir sebelum berkata dan berbuat.
  14. Tahu diri dan bisa menempatkan diri. Sedang berbicara dengan siapa dia, kadar ilmu yang diajak bicara seberapa. Karena bisa jadi bawahannya sudah ahli/punya ilmu yang lebih tinggi daripada sang pemimpin tersebut.  
  15. Bisa memberikan solusi dari permasalahan yang ada.
  16. Seperti semboyan bapak pendidikan Indonesia. Ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. 
  17. Mau meminta pendapat bawahannya dan mau minta dinilai sama bawahannya. Berani mengatakan, "Tolong kasih masukan ke aku!". Penting juga menampakkan rasa senang ketika diberikan masukan.
  18. Suka mentraktir, xixixi.

 


Share:

Manajemen Waktu dan Prioritas

 بسم الله الرحمن الرحيم

Kalau kita jujur, sebenarnya banyak hal yang bisa kita lakukan di dunia ini, terutama bagi mereka yang ingin terus memperbaiki diri dan mempersiapkan yang terbaik untuk kehidupan setelah kematiannya. 

Sebagai seorang muslim, menjadi seorang pengangguran, sebenarnya itu tidak akan terjadi, kalau kita lihat dari bangun tidur sampai tidur lagi, banyak sekali amalan yang bisa kita lakukan. Kita ambil contoh saja ya:

  1. Sebelum subuh, ada amalan shalat malam, shalat tahajud, shalat witir. Kalau dia hafalan alqurannya sudah banyak, bisa jadi satu jam kurang itu shalat malam. 
  2. Setelah itu shalat subuh dilanjutkan dengan dzikir pagi sampai terbit matahari.
  3. Persiapan untuk aktivitas. Mandi, persiapan sekolah, kalau yang sudah jadi orang tua ya nyiapin anak-anak sekolah.
  4. Beraktivitas siang hari. Ada yang bekerja di kantor, di sawah, di jalan, di sekolahan, di pondok. Kalau dia tidak bekerja misalnya sebagai istri, dia membereskan rumah, mencuci, mengepel, belanja, merawat anak, dll. 
  5. Siang ada aktivitas qailulah (tidur siang)
  6. Shalat Dhuhur dilanjutkan aktivitas kehidupan lain misal menjenguk orang sakit, menjemput anak, ada yang masih melanjutkan bekerja. 
  7. Shalat Asar dilanjutkan dzikir petang. Berkumpul dengan keluarga, ada juga yang mungkin belajar ngaji, ngajar TPQ.
  8. Shalat Maghrib dilanjutkan belajar bersama keluarga.
  9. Shalat Isya dilanjutkan belajar, menghafal alquran, membaca-baca, berkumpul dengan keluaga. Bahkan mungkin ada juga yang harus masih mencari tambahan rezeki karena kebutuhan hidup yang harus dipenuhi.
  10. Tidur malam.

Sesungguhnya seorang muslim itu sangat banyak "kerjaan":

  1. Katakanlah dia mau menghafal alquran, maka berapa banyak waktu yang harus dia habiskan. Mulai dari duduk menghafal, kemudian dia murajaah (mengulang) hafalannya, berapa waktu yang dia butuhkan. Kalau satu juz saja misalnya butuh waktu satu jam maka berapa jam waktu yang dia habiskan? Dan biasanya para penghafal alquran, interaksi mereka dengan alquran itu butuh waktu berjam-jam.
  2. Apalagi kalau dia ada target menghafal hadits-hadits Nabi.
  3. Aktivitas menuntut ilmu. Bisa datang langsung ke kajian, bisa mendengarkan rekaman kajian, lewat rekaman rata-rata durasinya 1 jam.
  4. Aktivitas membaca buku.
  5. Aktivitas membantu orang tua, membantu keluarga, membantu anak-anak, membantu orang lain, menjenguk orang sakit, dll.
  6. Mengajari anak-anak, mengajari keluarga, dll.

Begitu banyak waktu yang dibutuhkan sementara waktu yang ada mungkin akan terasa sangat kurang. Makanya kita butuh manajemen waktu dan prioritas.

  1. Membagi urusan agar semuanya bisa tercapai. Misal nulis blog, biar muatannya banyak, ada agenda nulis/belajar akuputur, ada agenda nulis yang lain. Kalau fokus di belajar akupuntur terus, nampaknya akan lama baru bisa nulis yang lain.
  2. Membuat prioritas, mana yang penting, terutama untuk kehidupan akhirat. Mungkin bisa disiapkan dari porsinya, perhatiannya, target-targetnya, dan hal-hal yang mengarah kepadanya. 
Semoga Allah mudahkan urusan kita semuanya.
Share: